10 Rekomendasi Emulator Ringan Untuk Android

Seiring dengan perkembangan Android saat ini, kebutuhan Android studio cukup meningkat. Dengan menggunakan Android Studio, Anda bisa mengembangkan aplikasi maupun game di dalam Android.

Untuk bisa menjalankan Android Studio, Anda membutuhkan sebuah emulator. Dengan menggunakan emulator, Anda bisa melakukan pengujian apakah aplikasi tersebut bisa berjalan atau tidak di Android.

Beberapa daftar emulator ringan untuk Android adalah sebagai berikut.

Emulator Android Studio

1. AVD- Android Virtual Device

Aplikasi yang pertama adalah dari AVD atau singkatan dari Android Virtual Device. Bisa dikatakan aplikasi ini adalah emulator bawaan dari Android Studio. Artinya, saat Anda menginstal Android Studio, AVD akan terinstal otomatis.

Keunggulan dari AVD ini adalah memiliki fitur yang terbilang lengkap, mendapat dukungan penuh dari Google dan juga sangat pas untuk pengembang Android. Anda bisa mendownloadnya di sini.

Baca juga: Cara Delete Whatsapp Grup

2. Bluestack 4

Nama Bluestack cukup populer di kalangan para pecinta gamers. Hal itu dikarenakan emulator ini sangat ringan dan kompatibel dengan spesifikasi PC atau Laptop rendah. Bluestack 4 juga bisa digunakan sebagai fasilitator untuk Android Studio.

Keunggulan dari Bluestack 4 ini adalah memiliki fitur layaknya keymapping dan juga beragam setting untuk bermain game. Pembaruan terakhir aplikasi Bluestack ini sudah mencapai Android 7.1.2 atau Nougat. Anda bisa mendownload aplikasinya di sini.

3. ARChon

Emulator ini bisa dikatakan cukup unik. Hal itu dikarenakan ARChon adalah emulator yang diinstal melalui browser Google Chrome. Emulator ARChon ini termasuk ringan dan cocok untuk ANdroid Studio.

Hanya saja karena dijalankan pada browser, Anda harus memasang beberapa tool. Hal itu dilakukan agar aplikasi bisa berjalan dengan sangat baik. Untuk bisa menggunakannya, silakan download di sini.

Simak juga: Cara Memindahkan Kontak ke HP Baru

4. Droid4X

Untuk Anda yang menginginkan emulator ringan dan klasik, maka Droid4X ini bisa menjadi pilihan. Dengan desain yang sederhana, Anda bisa lebih mudah menggunakannya.

Droid4X ini pada dasarnya sangat pas untuk bermain game sederhana. Meskipun begitu, emulator ini juga bisa digunakan untuk Android Studio dan beragam kegiatan produktif lainnya.

Meskipun sangat ringan, emulator ini tidak dikembangkan lagi sejak 28 Maret 2016. Oleh sebab itu, Anda harus lebih berhati-hati ketika menggunakan emulator ini. Bisa jadi ada beberapa bug yang menyebabkan aplikasi tidak stabil. Silakan Anda download di sini.

5. Bliss

Emulator berikutnya adalah Bliss yang juga memiliki ukuran ringan. Namun sangat disarankan aplikasi ini lebih diperuntukan bagi orang yang paham teknologi. Sebab emulator Bliss ini memiliki kerumitan ketika Anda akan menginstalnya.

Contohnya saja untuk bisa menginstal aplikasi Bliss ini harus menggunakan USB. Hal tersebut tentunya tidak bisa sembarangan karena bisa berpotensi merusak komputer atau laptop. Jika Anda ingin mencobanya, sillakan download di sini.

Lihat juga: Cara Memperbaiki Micro SD Tidak Bisa Di Format

6. Genymotion

Aplikasi Genimotion merupakan salah satu emulator untuk para developer. Anda bisa melakukan pengujian pada aplikasi Android pada berbagai perangkat tanpa memilikinya. Uniknya lagi, Anda bisa menggunakan emulator ini untuk beragam versi Android.

Contohnya jika Anda ingin menjalankan perangkat Nexus, maka bisa menggunakan Android 6.0 maupun versi 4.2. Hal ini memudahkan pengembang apakah aplikasinya bisa diajalankan pada dua android sekaligus. Silakan Anda coba emulator Genymotion di sini.

7. MEmu

Emulator MEmu adalah salah satu emulator ringan yang cukup lengkap. Bisa kita lihat dengan banyaknya dukungan Android, mulai dari Jelly Bean hingga Kitkat. Bahkan emulator ini bisa mendapatkan dukungan CMD dan juga chipset Intel.

Keunggulan lainnya dari Memu ini adalah dapat mendukung beberapa instance secara bersamaan. Dengan begitu, Memu merupakan salah satu emulator yang bisa mendukung hingga Lolipop. Silakan download aplikasinya di sini.

8. KoPlayer

Bisa dikatakan KoPlayer merupakan emulator baru yang berfokus pada game. Meskipun begitu, emulator ini juga bisa digunakan untuk Android Studio.

Keunggulan yang diberikan emulator KoPlayer memiliki fitur keymapping. Dengan begitu, Anda bisa menggunakan keyboard sebagai controller. Ditambah lagi, Anda bisa merekam game dan dibagikan pada media sosial.

Untuk proses instal KoPlayer terbilang mudah. Anda tinggal melakukan instal aplikasi seperti biasa. Hanya saja, akan ada beberapa masalah kecil seperti adanya bug, Namun, hal tersebut masih wajar mengingat emulator ini masih baru. Silakan Anda download aplikasinya di sini.

9. Nox

Emulator populer lainnya adalah Nox. Sama halnya dengan Bluestack, Nox ini sangat terkenal di kalangan gamer. Apalagi fitur yang diberikan sangat membantu para gamer untuk dapat mengendalikannya.

Anda bisa menyesuaikan tampilannya sesuai keinginan. Selain itu, bagian yang paling penting adalah emulator ini gratis. Silakan Anda unduh aplikasinya di sini.

10.cYouWave

Emulator terakhir yang bisa Anda gunakan untuk Android Studio adalah YouWave. Bisa dikatakan emulator ini cukup lama dan pembaharuan terakhir terjadi di tahun 2016.

Meskipun begitu, YouWave cukup ringan untuk PC maupun laptop. Ditambah lagi aplikasi ini dapat digunakan pada komputer versi Mac. Silakan download aplikasinya di sini.

Itulah daftar emulator ringan untuk Android Studio. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat.